Oleh : Ahmad Silanul Jadid
Apa kabar kalian? semoga kabar baik menghampiri kita;)
Sedikit bercerita mengenai bagaimana kehidupan rakyat pedalaman yang jauh dari pusat kota dan perhatian kita, tidak dipungkiri banyak bibit mutiara yang mempunyai ide emas tersimpan disana untuk memajukan bangsa yang besar ini. Di sisi lain sumber daya alam dan potensi ekonomi yang sangat melimpah akan tetapi dibalik potensi itu semua masih ada segelintir oknum yang memanfaatkan dengan alih ingin memajukan desa, dibalik semua itu ada ide BUSUK yang hanya ingin memeras kekayaan bangsa ini demi isi kantong pribadi.
Pendidikan dan sosial memiliki korelasi tidak bisa di pisahkan antara keduanya. Saat hadir ke dunia, kita tidak bisa memilih lahir dari keluarga seperti apa, siapa dan bagaimana mereka. Tetapi, meski dibedakan oleh nasib semua manusia adalah sama ketika dihadapan Tuhan. Jika kita lihat dari aspek Pendidikan, bagaimana pendidikan di Indonesia apakah sudah merata mendapatkan hak pendidikannya? Tentu jika dilihat dengan kacamata sederhana, pendidikan di Indonesia belum semuanya merata hingga ke pelosok Negeri, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan saat ini sedang berusaha agar masyarakat yang tinggal di pedalaman bisa mendapat hak pendidikannya, tidak hanya masyarakat perkotaan yang mendapat perhatian karena di ujung timur hingga barat juga masih wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Aspek Sosial ini juga masih kurang perhatian, berkaca pada diri sendiri apakah kita memiliki kepekaan sosial?
Kepekaan sosial ini sangan penting di dalam diri kita, kepekaan ini tidak harus kita pergi ke palestina untuk membantu masyarakat disana, cukup dengan bantuan harta, pangan dan juga medis apabila kita tidak mempunyai kelebihan harta cukup dengan doa yang terpenting niat kita tulus dan ikhlas. Kepekaan sosial ini harus di Mulai dari hal kecil , Mulai dari diri sendiri dan Mulai dari saat ini.
Lalu apa yang dibutuhkan masyarakat pedalaman?
Mereka hanya butuh perhatian sebagaimana perhatian itu kepada masyarakat kota, mereka juga ingin kita terjun langsung ke daerah mereka melihat bagaimana kehidupan mereka. Rasa Kemanusian kita diuji ketika kita terjun langsung ke daerah pedalaman, kita banyak belajar tentang toleransi dan jangan sekali – kali membuat perilaku rasisme bahkan diskriminasi terhadap mereka, karena hal itu sangat membuat mereka sakit hati membeda bedakan tentang ras suku.
Oleh karena itu, mari ber Dedikasi untuk Negeri ini agar kita sama-sama merasakan apa yang mereka rasakan, semua sudah jelas dalam sila pancasila sudah diatur tentang bagaimana kehidupan berNegara dan berSosial, pancasila tidak hanya dijadikan hafalan semata tetapi mengimplementasikan nilai-nilai pancasila di kehidupan nyata.